Items

Filosofi Desain Item Dalam League of Legends vs DoTA 2

Moba tentu tidak lepas dengan penggunaan item. League of Legends dan DoTA 2 adalah dua game yang menggunakan item sebagai alat penting dalam membentuk build para champion dan hero. Walaupun sama – sama menggunakan item, kedua game ini memiliki pandangan berbeda tentang desain item – itemnya.

DoTA 2 mengambil pilihan yang lebih kompleks untuk item dan League of Legends mengambil pilihan yang lebih simple. Desain item dalam kedua game ini memang dipengaruhi oleh hero dan championnya tapi hal yang paling penting adalah mekanik.

DoTA 2 menggunakan mekanik atribut seperti STR, AGI dan INT. Stat ini memberikan bonus setiap penambahannya. Contoh saja setiap 1 STR point, hero akan mendapat 20 Max HP. Atribut ini juga memiliki interaksi berbeda tergantung tipe hero yang dipilih karena damage juga terpengaruh dengan atribut ini. Contoh saja hero STR seperti Pudge akan mendapat 1 damage untuk setiap penambahan 1 poin STR pada statusnya.

Desain seperti ini tentu complex dan membingungkan. Jika tidak ingin pusing, desain item League of Legends lebih jelas. Mekanik dalam game ini tidak menggunakan perhitungan atribut, tapi langsung pada stat yang kongkrit. Hal seperti damage, crit rate, health dan armor adalah contoh status yang dapat langsung mempengaruhi gameplay. Karena jelas dan simple, build untuk champion di game ini lebih jelas dan mudah disusun dibandingkan DoTA 2.

Sayangnya walau memiliki kelebihan dari sisi penggunaan dan effectnya, pilihan item di League of Legends sayangnya tidak begitu flexible. Dalam beberapa wawancara dan developer blog post, pihak Riot memang mengaku bahwa build champion terutama untuk marksman masih terlalu linear dan kurang variatif. Untuk kedepannya mereka akan berusaha memberikan opsi yang lebih baik untuk build tiap hero.

Build item di DoTA 2 terasa lebih terbuka karena memiliki universal effect yang lebih baik daripada item – item di League of Legends. Beberapa item di DoTA 2 juga terpengaruh dengan penambahan atribut STR, AGI dan INT sehingga tiap hero bisa mengambil item sesuai dengan situasi dan tidak harus mengikuti build yang pasti. Contoh saja sebagai STR hero yang menggunakan banyak skill, item yang dipilih bisa berupa item pure regeneration untuk HP dan mana atau pure stat untuk menambah max HP dan max mana.

Kedua filosofi ini tentu sukses di setting yang berbeda dan tidak ada yang lebih baik satu sama lain. Hal yang pasti adalah variasi dalam satu MOBA dengan MOBA lain cukup menarik untuk diikuti.

Leave a Reply