Maps

Karena Berbahaya Misi League Of Legends Dihapus

RIOT Game selaku pengembang League Of Legends selalu mengadakan event rutin di dalam game-nya. Tahun ini, developer ini juga membuat ajang Mid Season Invitational 2019. Dalam ajang tersebut, ada event yang bernama “Choose your Houses”. Misi ini memungkinkan para pemain untuk bergabung dengan aliansi mereka dan menyelesaikan berbagai misi yang ada. Akan tetapi, pada misi yang terbaru, ada isu yang ternyata sangat mengganggu bagi para penderita epilepsi.

Melalui sebuah forum League Of Lagends di Amerika Utara, ada seorang pemain yang komplain kepada pihak RIOT mengenai misi game yang menampilkan animasi yang bisa membuat penderita epilepsi kejang-kejang. Animasi ini muncul setelah pemain berhasil membunuh atau terbunuh di dalam pertempuran. Misi yang dimaksud bernama finisher.

Menurut forum tersebut, ada beberapa penderita epilepsi yang terdampak dari kemunculan animasi dalam game tersebut. Jika terus dilanjutkan game ini tentu sangat berbahaya bagi penderita epilepsi. Setiap terpapar gambar yang sensitif, penderita epilepsi bisa kejang-kejang.

Tanggapan Pihak RIOT Mengenai Kasus Ini

Mendengar komplain yang demikian dari para pemain, pihak RIOT tentu tidak bisa diam saja. Dalam hal ini, RIOT termasuk memberikan aksi yang cepat. Karena dalam misi ini tidak ada fitur untuk menonaktfikan animasi tersebut, pihak RIOT pun berencana untuk menghapus misi tersebut. Sementara ini, misi akan dihapus sementara. Pihak RIOT akan melakukan perbaikan pada misi finisher yang bermasalah tersebut. Nantinya, pihak Developer akan menambah fitur menonaktifkan animasi untuk penderita epilepsi.

Pihak RIOT juga menuturkan bahwa tidak ada sama sekali niat untuk menghadirkan animasi yang mengganggu penderita epilepsi. Kejadian ini murni ketidaksengajaan. Untuk selanjutnya, RIOT akan lebih berhati-hati dalam menghadirkan konten-konten di League Of Legends.

Kejadian Serupa Pernah Terjadi pada Tahun 2017

Tak hanya terjadi sekarang ini, hal serupa juga pernah terjadi dua tahun lalu, yaitu pada tahun 2017 lalu. Pada waktu itu, Skin Super Galaxy Snar yang ada pada server PBE bisa membuat penderita epilepsi kejang-kejang. Pihak RIOT pun bertindak dengan cepat untuk segera memperbaiki masalah tersebut. Selang 2 tahun ke depan, masalah serupa muncul kembali.

League Of Legends adalah salah satu permainan yang digemari para gamers di seluruh dunia. Dalam hal ini, para pemain mengharapkan pihak developer bisa menyaring konten-konten mereka terlebih dahulu sebelum dirilis. Apakah konten memang aman untuk para pemain atau justru berbahaya. Ini sangat perlu dilakukan mengingat ada banyak sekali gamers yang memainkan League Of Legends.

Sebagai game yang sudah melalang buana di bidang esports, pihak developer memang seharusnya sudah bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Game ini sudah didirikan pada 27 Oktober 2009. Itu berarti sudah hampir 10 tahun menjadi game pilihan masyarakat dunia. Sangat disayangkan apabila masalah-masalah seperti ini terus terjadi. Para pemain pun mengharapkan pihak developer selalu memberikan konten yang terbaik untuk game League Of Legends ini.

Karena sering muncul berbagai masalah, di Indonesia sendiri, semakin sedikit orang-orang yang bermain League Of Legends. Padahal, game ini cukup laku di beberapa negara yang lainnya. Ini menjadi PR besar pihak developer untuk bisa menyediakan game yang nyaman diakses semua pihak.

Demikian adalah update terbaru untuk pecinta game League Of Legends. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda termasuk orang-orang yang hobi memainkan game ini?

 

Leave a Reply