Leagueoflegends
Maps

Kebiasaan yang Harus Dihindari Saat Ada di Maps League of Legends

Saat bertarung di match League of Legends, banyak interaksi yang terjadi dan kebanyakan adalah interaksi antara player dengan maps. Tiap role tentu memiliki tempat sendiri di maps, tapi setelah phase early game selesai, para player harus mulai melakukan rotasi dan roaming.

Roaming tentu bukan tugas jungler semata. Seorang support yang sedang sendiri karena ADC mati beberapa detik yang lalu, tidak boleh berada di lane sendiri terlalu lama. Support ini diharapkan membantu lane lain sampai ADC kembali.

Proses rotasi dan roam ini tentu terlihat mudah, tapi masih banyak kebiasaan buruk yang player lakukan saat menjelajah maps. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang perlu player hilangkan:

Kurang Sering Cek Maps

Map

Beberapa player terkadang kurang menggunakan maps secara efektif. Mini maps yang tersedia harusnya digunakan untuk mendapatkan informasi posisi tiap champion sebelum memutuskan berpindah lane atau roam.

Kebiasaan ini lebih sering terlihat di player pemula dan bisa hilang selama disiplin melatih maps awareness. Jika kamu ingin berlatih, maps awareness, kamu bisa gunakan timer dan alarm selama pertandingan. Setting alarm agar berbunyi tiap beberapa menit. Hal ini akan mengingatkan kamu untuk melihat maps setiap alarm berbunyi.

Kurang Tahu Timing

Map overview

Timing melakukan gank, roam dan rotasi tentu perlu diperhitungkan. Jika salah timing dan terlambat, kamu biasanya tidak bermain baik. Contoh saja saat jungler memberi sinyal gank, kamu harus pro aktif menyesuaikan timing serangan. Jika kamu terlalu agresif, musuh akan merasa tertekan dan bisa mundur sebelum waktunya. Jika kamu terlalu pasif, beban jungler untuk membunuh target akan semakin berat. Untuk timing kerjasama seperti ini, kamu dan tim wajib melakukan komunikasi.

Tidak Mampu Beradaptasi dengan Phase Game

Blue Side Map

Game moba biasanya dibagi menjadi early game, mid game dan late game. Setiap champion dan role di League of Legends tentu akan mengalami transisi perubahan tugas setiap phase game. Player yang melakukan rotasi dan roam tentu harus menyesuaikan diri dengan posisi game, sayangnya tidak semua player seperti ini.

Misal di mid game, tim sudah terasa tertekan karena pihak musuh melakukan push pada satu lane dengan agresif. Dalam situasi ini, kamu bisa bekerja sama untuk memaksimalkan rotasi defensif dengan split push. Jadi saat musuh fokus menyerang, kamu bisa mencuri beberapa turret di lane lain sambil memperlambat serangan mereka. Tapi orang yang tidak mampu beradaptasi hanya akan terbawa arus dan fokus bertahan dan akhirnya tidak progress dan hanya makin tertekan di satu lane.

Jika kamu ingin berkembang sebagai player League of Legends, pastikan hilangkan kebiasaan di atas ini. Mudah – mudahan informasi ini berguna untuk kamu. Terima kasih sudah membaca!

Leave a Reply