PUBG Mobile

Bermain PUBG Mobile Berpotensi Merugikan Negara?

Game PUBG Mobile memang menjadi salah satu game yang paling populer di Indonesia. Game dengan jenis battle royale ini bersanding dengan beberapa game sejenis lainnya seperti Free Fire, Fortnite, dan COD Mobile. Semua game tersebut menjadi yang paling banyak dimainkan oleh para gamers di Indonesia.

Sayangnya, game-game yang disebutkan di atas bukan berasal dari Indonesia. Oleh karena itu, banyaknya pemain tentu tak memberikan keuntungan apa pun bagi negara. Sebaliknya, bermain game-game dari luar justru berpotensi untuk merugikan negara. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Mari simak uraian lengkapnya berikut.

Youtube

Seperti yang dilansir dari ggwp.id, pasar game di Indonesia sekarang ini memang sedang melejit. Omzet industri game sekarang ini sudah mencapai hingga USD 1.13 miliar. Angka ini diproyeksikan akan terus naik hingga mencapai angka USD 1.82 miliar pada tahun 2021 nanti. Kemudian, nilainya akan terus naik hingga angka USD 4.3 miliar pada tahun 2030 nanti. Berdasarkan data tersebut, Indonesia diprediksi akan menjadi Top 5 pasar global untuk industri game.

Dari angka yang fantastis tersebut, sebagian besar keuntungan tidak masuk ke keuntungan negara. Seperti yang telah dijelaskan di atas, game-game yang banyak dimainkan di Indonesia adalah game-game yang berasal dari luar. Itu berarti keuntungan sepenuhnya dimiliki oleh para pengembang dari luar. Imbasnya, negara justru bisa mengalami kerugian.

Youtube

Pengembang game lokal hanya menerima 0.4 persen dari total keuntungan tersebut. Padahal, saat ini Indonesia sudah memiliki setidaknya 40 pengembang game dan juga 21 perusahaan game besar.

Lalu, apakah bermain game dari luar justru berpotensi merugikan negara? Sobat Gamers akan memahaminya dengan ilustrasi berikut.

Kita akan ambil contoh game PUBG Mobile yang sekarang ini menjadi yang paling populer. Game yang satu ini memang bisa diunduh dan dimainkan secara gratis oleh para pemain. Akan tetapi, ada toko yang mana Sobat Gamers bias membeli berbagai skin ataupun item dengan sejumlah uang digital tertentu. Inilah potensi kerugian tersebut berasal.

Youtube

Transaksi digital tersebut nantinya akan berpengaruh pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Sebagai informasi tambahan, NPI merupakan cerminan aliran uang yang masuk serta keluar dari Indonesia. Semua transaksi yang dilakukan oleh WNI, termasuk di dalamnya pembelian item game online yang berasal dari luar negeri otomatis terekam dalam NPI. Semakin banyak jumlah dana yang keluar, nilai NPI ini akan semakin negatif.

Jika diibaratkan, uang keluar yang terus meningkat ini mirip seperti besar pasak daripada tiang. Kondisi tersebutlah yang memunculkan kekhawatiran mengenai potensi kerugian negara. Hal ini juga sesuai dengan yang pernah dijelaskan oleh Mirza Adityaswara, mantan Deputi Gubernur Senior BI. Menurut penjelasan Mirza, kita mungkin berpikir bahwa bermain game tidak akan berpengaruh pada NPI. Jumlah uang yang kita keluarkan pun relatif sedikit, yakni kurang dari setengah dolar. Akan tetapi, setengah dolar dikalikan dua juta orang tentunya akan sangat banyak, bukan?

Selanjutnya, Mirza juga mengatakan bahwa transaksi pembelian dalam game online tidak akan berpengaruh pada NPI selama game yang dimainkan adalah game lokal. Sayangnya, sekarang ini developer game lokal masih kalah dengan developer game dari luar negeri.

Itulah penjelasan lengkap mengenai potensi kerugian yang diakibatkan oleh terlalu asyik bermain game yang dibuat oleh developer asing. Lalu, bagaimana pendapat Sobat Gamers tentang hal ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar, ya!

Leave a Reply