PUBG Mobile

Kisah Bagas dan Bagus, Pemain Muda BTR Esports

Bigetron (BTR) Esports kini sedang bertanding dalam kompetisi PUBG Mobile se-Asia Tenggara yang bertajuk PMCO SEA Shanghai 2019. Bagi para pecinta permainan yang satu ini, khususnya mereka yang merupakan penggemar BTR Esports, pasti sudah tidak asing lagi dengan roster kembar mereka. Roster kembar tersebut bernama Bagas dan Bagus. Usia mereka ini baru menginjak 16 tahun. Akan tetapi, mereka sempat masuk dalam Top 15 atlet PUBG Mobile Asia.

Roster Bigetron Esports ini memang paling menarik perhatian. Keduanya adalah saudara kembar identik yang sama-sama bernaung pada bendera yang sama. Tak hanya memiliki wajah yang identik, skill mereka dalam bermain game battle royale ini juga tak bisa diremehkan. Made Bagas dan Made Bagus mempunyai kemampuan bermain yang luar biasa. Bagas mempunyai nickname “Zuxxy” sementara Bagus mempunyai nickname “Luxxy”. Mari simak profil bintang muda Indonesia ini.

Profil Singkat Bagas dan Bagus

Made Bagas dan Made Bagus lahir pada 31 Mei 2003. Keduanya asli Bali, tetapi sudah lama menetap di Jakarta. Made “Zuxxy” Bagas dan Made “Luxxy” Bagus pada tahun 2018 lalu sempat menduduki top 15 atlet PUBG Mobile se-Asia. Di Usianya yang baru 15 tahun, prestasinya di bidang esports sudah cukup membanggakan.

Si kembar yang sedang membela Bigetron Esports ini mengaku sudah aktif bermain game sejak berumur 7 tahun. Game pertama yang mereka mainkan adalah game dengan genre First Person Shooter. Pada saat itu, game FPS yang sedang booming adalah Counter Strike Condition Zero.

Setelah puas bermain game genre FPS, akhirnya keduanya mencoba game survival, yakni PUBG versi PC karena saat itu PUBG masih belum ada versi mobilenya. Setelah PUBG Mobile rilis, keduanya pun segera menekuni game tersebut.

Selain PUBG, Bagus dan Bagas juga bermain game survival versi mobile lainnya, yaitu Rules of Survival. Pada kejuaraan Rules of Survival Mobile Championship tahun 2018 lalu, mereka pun mendapatkan gelar juara pertama. Ini menjadi tonggak awal prestasi mereka dalam bidang esports.

Kiat Menjadi Pro Player Berprestasi di Usia Muda

Bagaimana mungkin seorang yang seharusnya masih berstatus pelajar bisa menjadi pro player yang membanggakan? Di usianya yang masih 16 tahun, Bagas dan Bagus seharusnya masih duduk di bangku sekolah dan belajar dengan giat. Dalam hal ini, keduanya ternyata mempunyai trik tersendiri.

Mereka punya aturan yang disiplin untuk membagi waktu antara sekolah dan latihan game. Saat hari sekolah, mereka akan menghabiskan waktu maksimal 2 jam untuk latihan. Itu pun setelah mereka menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Lalu, saat tiba hari libur, mereka bisa menghabiskan waktu hingga 5 jam untuk latihan game.

Di usia yang masih muda, komitmen untuk disiplin terhadap waktu memang menjadi kunci utama. Menjadi pro player tidak harus meninggalkan bangku sekolah. Bagaimanapun, pendidikan tetap penting untuk mendukung karier mereka ke depannya. Saat menjadi pro player, mereka mungkin sekali berinteraksi dengan orang-orang luar. Lebih dari itu, mereka juga mungkin saja bergabung dengan tim-tim luar dan mengembangkan kariernya di negeri orang. Sebelum semua itu terjadi, pendidikan adalah yang terpenting supaya para atlet bisa bertahan di mana pun mereka berada.

Kisah sukses Bagas dan Bagus ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Bermain game tidak selalu menjadi hal yang negatif. Asalkan tekun dan punya komitmen yang kuat, game pun bisa mendatangkan prestasi.

 

Leave a Reply