google
PUBG Mobile

MPU Aceh Keluarkan Fatwa Haram untuk PUBG Mobile

Baru-baru ini, kabar mengejutkan kembali mengguncang para gamers, yaitu kabar MPU Aceh tentang PUBG Mobile haram. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa bahwa permainan PUBG Mobile dan sejenisnya adalah haram. Fatwa ini dikeluarkan sesudah melakukan serangkaian pengkajian dan juga mendengar penjelasan pakar IT, psikolog, serta Fiqih Islam secara mendalam. MPU Aceh melakukan pengkajian mendalam selama 2 hari di sidang paripurna ke-3 tahun 2019 ini.

Menurut wakil ketua MPU Aceh, Faisal, mengatakan bahwa MPU Aceh ini tidak sembarangan mengeluarkan fatwa tersebut. Keputusan ini berdasarkan hasil kajian pakar dan juga para ahli yang mana game online ini memang bisa mengubah perilaku serta mengganggu kesehatan bagi para pemainnya. Madharat yang lebih banyak daripada manfaatnya membuat game ini diharamkan di Aceh.

Kecanduan main game PUBG Mobile dan sejenisnya bisa menyebabkan para pemain mudah emosi. Anak-anak yang dilarang main game oleh orang tuanya akan cepat marah dan kemudian melawan. Bagi yang punya istri, mereka juga akan marah saat istrinya menghentikan permainannya. Adanya fatwa haram untuk PUBG Mobile dan game sejenisnya ini diharapkan bisa mengurangi efek kecanduan game. Tentu saja fatwa ini harus didukung oleh semua lapisan masyarakat, pemerintah, juga penyedia layanan internet.

Setelah MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram, Faisal selaku wakil ketua MPU Aceh selanjutnya juga akan melakukan sosialisasi fatwa ini kepada masyarakat. Lebih lanjut, MPU Aceh juga akan mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk pihak yang terkait dalam mengawasi serta mensosialisasikan fatwa haram ini kepada masyarakat Aceh. Dengan begitu, efek buruk bermain game PUBG Mobile dan sejenisnya bisa dihindari oleh masyarakat Aceh.

Fatwa ini masih bersifat lokal, hanya di Aceh. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya juga hampir mengeluarkan fatwa serupa. MUI sempat membahas wacana tentang pengharaman game PUBG Mobile karena kekerasan dalam game bisa menimbulkan kekerasan serupa di dunia nyata. Meski begitu, fatwa haram belum dikeluarkan oleh MUI hingga sekarang. Wacana ini masih menjadi pembahasan lebih lanjut untuk mengetahui dampak negatif dan positif dari game ini.

PUBG Mobile memang mulai menjadi kontroversi sejak terjadinya insiden penembakan jamaah di dua masjid yang ada di kota Christchurch, Selandia baru. Menurut kabar yang banyak beredar, pelaku penembakan tersebut dinilai mendapatkan inspirasi dari permainan Battle Royale. Insiden yang menewaskan hingga lebih dari 50 orang tersebut langsung membuat gempar masyarakat di berbagai di dunia, termasuk di Indonesia.

Lalu, untuk mencegah kekerasan serupa terjadi, Majeli Ulama mulai melakukan pengkajian efek negatif dan positif dari game ini. Pada akhirnya, Ulama Aceh lebih dahulu mengeluarkan fatwa haram untuk semua masyarakat aceh. MPU juga meminta dukungan seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan larangan ini dan juga mengawasi anak-anak untuk tidak memainkan game battle royale ini. Apakah selanjutnya MUI juga akan mengeluarkan fatwa serupa?

Apa pun itu, game PUBG Mobile memang bisa menimbulkan efek negatif jika dimainkan secara berlebihan. Tak hanya PUBG Mobile, game lain juga bisa menimbulkan efek negatif. Pelarangan dari Majelis Ulama memang sah-sah saja dilakukan. Akan tetapi, kontrol tetap ada pada diri masing-masing pemain. Meski dilarang, jika hasrat bermain masih tinggi, pemain tentu akan tetap memainkan game ini.

Oleh karena itu, kesadaran tentang efek negatif bermain game battle royale ini harus ditumbuhkan. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa membagi waktu dan mengurangi efek negatif kecanduan game.

Leave a Reply