google
PUBG Mobile

Remaja India Bunuh Diri Usai Dilarang Main PUBGM

Dilarang bermain PUBG Mobile, remaja 17 tahun asal Jind, India, bunuh diri. Ini menjadi serentetan kisah pilu dari game PUBG Mobile yang terjadi di India. Tak sekali dua kali, kasus kecanduan game yang berujung kematian sering sekali terjadi di India. Tak heran pemerintah setempat sering mengeluarkan peraturan untuk memblokir game yang satu ini.

Dikutip dari Liputan6.com, pada suatu malam sang Ibu diduga mengambil paksa ponsel pintar yang biasa dipakai untuk bermain PUBG Mobile. Remaja 17 tahun ini diketahui sudah putus sekolah setelah menyelesaikan kelas X atau kelas 1 SMA pada tahun lalu. Keluarganya juga menyebutkan bahwa remaja ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain PUBG Mobile di smartphone-nya.

Sekadar informasi tambahan untuk Anda, ayah remaja 17 tahun ini adalah seorang polisi. Menurut keterangan dari sang ayah, pada Sabtu malam itu, ia sedang bertugas. Kemudian istrinya mendapati sang anak bermain PUBG Mobile di kamarnya. Karena sudah larut, istrinya pun mengambil paksa smartphone sang anak. Tak disangka-sangka, esok harinya istrinya menemukan sang anak telah gantung diri di kamarnya.

Insiden ini tentu menjadi ingatan yang menyakitkan bagi orang tua dan keluarganya. Tak disangka, hanya karena dilarang bermain game, seorang anak bisa memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Sebuah insiden menyakitkan yang disayangkan harus terjadi.

Polisi setempat mengatakan bahwa pihaknya belum menerima pengaduan resmi atas insiden bunuh diri ini. Akan tetapi, pada pihak media, polisi menyebutkan bahwa akan menyelidiki masalah ini lebih lanjut.

Di India, insiden seperti ini terus meningkat selama beberapa bulan terakhir. Pada minggu sebelumnya, ada kasus yang tak kalah mencengangkan. Seorang remaja yang baru berusia 15 tahun yang tinggal di distrik Thane, Maharashtra, India dilaporkan membunuh kakaknya sendiri. Menurut keterangan, remaja 15 tahun ini membunuh sang kakak gara-gara memarahinya saat sedang main PUBG Mobile di smartphone sang kakak. Ini juga menjadi insiden mengerikan yang berkaitan dengan PUBG Mobile.

Saat bermain game royale battle ini, seseorang terpapar kekerasan secara terus-menerus. Ini mungkin tidak disarankan secara langsung oleh orang tersebut. Akan tetapi, ingatan kekerasan tersebut menumpuk dalam alam bawah sadarnya. Jika terpantik sedikit saja, seseorang yang kecanduan game battle royale bisa melakukan kekerasan yang sama. Ini jelas efek buruk yang sebisa mungkin harus kita hindari.

Berbagai kisah pilu yang sering terjadi di India berkaitan dengan game PUBG Mobile seharusnya bisa menjadi pelajaran bersama. Game memang menjadi sarana hiburan yang sangat menyenangkan. Akan tetapi, jika kita berlebihan memainkannya, ia juga akan memberikan dampak buruk bagi kita. Tak hanya mempengaruhi kesehatan, efek buruk game juga sangat mungkin mempengaruhi perilaku kita.

Untuk meminimalisasi dampak buruk PUBG Mobile, beberapa daera mulai melakukan pelarangan game ini. Pada 6 Juli 2019 lalu, Yordania memutuskan untuk memblokir PUBG Mobile karena game ini disebut-sebut memberikan dampak yang negatif pada pemainnya. Tak hanya Yordania, negara-negara lain juga sempat memblokir PUBG Mobile. Negara yang dimaksud adalah Iran, Nepal, India, dan negara bagian Gujarat.

Di Indonesia sendiri, pemerintah Aceh sudah mengharamkan game PUBG Mobile. Keputusan ini mereka tempuh setelah melakukan penelitian dan diskusi yang panjang dengan berbagai pihak. Meski sempat mengalami pro dan kontra, warga Aceh pun mematuhi peraturan pelarangan PUBG tersebut.

Dari penjelasan ini, kita diharapkan bisa lebih bijak dalam bermain PUBG Mobile. Jangan sampai media hiburan ini menjadi candu yang bisa membelenggu kita.

 

Leave a Reply